Sejarah Mie dan Asal Usulnya

posted in: Tips dan Triks Mie | 2

Sejarah Mie

Sejarah Mie Doc, Makanan berbentuk adonan tipis panjang yang telah digulung, dikeringkan dan dimasak dalam air mendidih ini merupakan salah satu makanan popular di kawasan Asia. Mie diperkirakan telah ada sejak 4.000 tahun lalu. Namun sejarah asal usul mie masih simpang siur.  Bangsa Italia, Cina dan Arab masing-masing mengklaim sebagai pencipta mie.

Menurut sejarah, mie pertama dibuat di daratan Cina saat zaman Dinasti Han pada tahun 25-200 AD. Mie kemudian berkembang ke negara-negara Asia Tenggara seperti Jepang, Korea dan Taiwan. Tak berhenti sampai di situ, setelah Marco Polo berkunjung ke Cina, ia membawa serta mie pulang ke Eropa sebagai oleh-oleh. Pada perkembangannya, mie yang dibawa Marco Polo ke Eropa berubah menjadi pasta seperti yang kita tahu saat ini.

Bagi bangsa Cina, mie adalah simbol kehidupan yang panjang. Bentuknya yang panjang dan tidak mudah putus adalah gambaran harapan umur panjang. Karenanya mie sering dijadikan sajian wajib pada acara ulang tahun atau tahun baru, sebagai lambang umur panjang. Mie digunakan sebagai pengganti kue ulang tahun di China.

Lain lagi dengan China, Jepang menjadikan mie sebagai teman minum teh. Tradisi minum teh di Jepang telah menjadi seni tersendiri bagi bangsa tersebut. Upacara minum teh dan membuat mie sudah bagian budaya di Jepang. Mie bahkan menjadi hal penting di Jepang setelah Perang Dunia II berakhir. Pasokan makanan yang sedikit membuat mie jadi primadona sebagai pengganjal perut masyarakat Jepang saat itu. SEJARAH MIE.

Sejarah Mie dan Awal Produksi

            Awalnya, mie diproduksi manual berukuran lembaran-lembaran tipis panjang. Hingga baru pada tahun 700-an ditemukan mesin pembuat mie dengan alat mekanik. Perkembangan metode pembuatan mie kemudian bergerak cepat setelah ditemukannya mesin produksi mie missal. Adalah T. Masuki yang berjasa membuat mesin pembuat mie mekanik pada tahun 1854. Penemuannya tersebut adalah cikal bakal mesin-mesin pembuat mie produksi missal kini.

            Di pasaran, mie dibagi ke dalam 3 jenis berdasarkan tingkat kematangannya, yaitu mie kering,  mie basah, dan mie instant. Sesuai namanya, mie basah dijual dalam keadaan basah. Mie basah adalah mie yang belum dimasak, memiliki kandungan air cukup tinggi yaitu sekitar 52%, cepat basi dan hanya bisa bertahan satu hari. Mie basah biasa digunakan sebagai bahan baku pembuatan mie ayam.

            Mie kering adalah mie yang dipasarkan dalam bentuk kering. Mie yang disebut juga mie telur ini memiliki kandungan air rendah, hanya sekitar 13%. Berbahan baku dasar telur dan tepung terigu mie kering proses pengolahannya dikeringkan dengan oven atau dijemur hingga kering sebelum dikemas dan dipasarkan. Mie jenis ini sering digunakan sebagai bahan baku mie rebus atau mie goreng.

            Terakhir yaitu mie instant. Mie paling praktis dan paling popular ini sudah menjadi pelengkap wajib persediaan makanan masyarakat kini. Kandungan air yang hanya sekitar 5-8% membuatnya bisa awet lebih lama dibanding jenis mie lainnya. Mie instant sebenarnya adalah mie yang sudah matang, karena mie ini dikemas setelah proses pengeringan dengan digoreng atau dipanaskan. Pengolahannya sederhana, cukup dimasukkan ke dalam air mendidih selama 4 menit dan Anda bisa menambahkan bumbu pelengkap lain sebagai penambah rasa. SEJARAH MIE.

Toko Mesin Ramesia

2 Responses

  1. Good job! Thanks ya…..!

  2. tukang mie

    bagus infonya…

Leave a Reply